Pemancar Sederhana

Pemancar Sederhana (Elektro Bisa!)

 PEMANCAR SEDERHANA
TANPA KOMPONEN
(RESITOR DAN KAPASITOR)




Assalamualikum warrahmatullahi wabarakatuh, selamat malam semuanya. Saya disini akan menjelaskan tentang pembuatan pemancar sederhana hasil karya dan ide yang terpikirkan diotak dan akal pikiran saya.
Tahap awal pembuatan pemancar atau transmisi untuk penangkapan sebuah frekuensi (Signal UHV) dalam stasiun televisi tanpa parabola, sangat sulit untuk menscan/mencari signal dan menentukan titik fokus signal tersebut. Dan yang paling rumit harus menggunakan sebuah tiang pemancar yang tinggi untuk wilah diluar kota Jakarta, maaf sebut saja pelosok yang jauh dari stasiun televisi. Saya disini akan menjelaskan tentang pembuatan pemancar sederhana dan hamdallah berhasil semua chanel televisi tertangkap oleh sebuah pemancar hasil buatan saya, tetapi gak semuanya sih wkwkwk . Lumayanlah channel yang dibutuhkan untuk mengisi sebuah kesepian saya dikostan, karena saya posisi sedang merantau ceritanya di kota yeaaaah kota. Memang saya dari kampung sih, anggap saja orang udik masuk ke perkotaan untuk menimba ilmu xixixixix....
Saya sedang berada di Bekasi, tepatnya di Taman Harapan Indah. Saya sedang menuntut Ilmu Pengetahuan di Universitas BSI, Kaliabang, Bekasi Saya sangat bangga dengan masuk Universitas tersebut. Kenapa? Hehe DM saja ya kalau gak kirin inbox aja via e-mail : ariefnoorrizkik3@gmail.com 
Oke, jangan terlalu bertele-tele untuk menjelaskan tentang hasil karya bikinan anak bangsa wkwkw,, yaitu : Pemancar Sederhana.
Pertama-tama siapkan bahan dan alat yang digunakan :
Bahan dan alat :
a)       Botol bekas minyak wangi/minyak tanah/minyak sayur wkwkw
b)      Tembaga, mau bekas tembaga dari kabel coaxial dikelupas PVC nya dan ambil saja tembaganya, potong sesuai kebutuhan ya. Jangan boros-boros loh..
c)       Sebatang alumunium
d)      Tiang sekitar 3-5 meter saja, beurkuran diameter 2cm saja jangan gede-gede nanti takut gak masuk. Wkwkwkw,,jangan omesh ya, nanti gak bakalan masuk tiangnya ke dalam botol bekas minyak wangi maksudnya.
e)       Konektor/terminal yang digunakan untuk menghubungkan tembaga yang dirakit dengan kabel untuk dihubungkan ke televisi nantinya.
f)       Amplas halus.tang,gunting,cutter dll.
g)      Port/jek/RF IN untuk penghubung kabel dari reciver ke televisi.

1.    Langkah pertama, kupaslah PVC kabel coaxial menggunakan cutter atau dengan gunting. Sesudah dikupas PVC dari kabel tersebut.
2.    Langkah kedua, potong tembaga dari kabel coaxial sesuai kebutuhan menggunakan tang ya jangan menggunakan gigi, xixix ( cricket boss II ).
3.    Langkah ketiga, kasih lubang di bagian batang alumunium menggunakan bor kalau tidak ada ya pakai paku yang ukuran kecil saja, jangan yang gede-gede nanti bolongnya kegedean dan bakalan longgar. Kalau kelonggarankan tidak kane wkwkwkw, maksudnya tembaganya gak bakalan kane dan tidak mau diam pasti bakalan jatuh dan tebuang sia-sia. Nanti tidak bisa menangkap signal deh. Hehehe,,,
4.    Langkah keempat, rangkailah setelah batang alumunium yang sudah dikasih lubang tadi. Masukan potongan tembaga tadi kedalam lubang-lubang yang berada di batang alumunium tadi.
5.    Langkah kelima, sambungkan rangkaian tadi menggunakan tembaga lagi untuk disambungkan kekonektor/terminal untuk disambungkan dengan kabel untuk menuju ke televisi nantinya.
6.    Langkah kelima, oiya hampir lupa bikun sebuah kaya bentuk parabola bisa menggunakan tembaga lagi atau bisa coba juga menggunakan tutup panci. Dan itu berfungsi untuk menentukan titik fokus dan memperkuat sebuah hasil tangkapan signal nantinya, sambungkan ke konektor/terminal juga ya supaya bisa memperkuat menangkapan signal.
7.    Tahap terakhir/ketujuh, yaitu sekarang rakit antena tadi dan berdirikanlah tiang yang sudah dirakit dengan pemancar tadi. Dan tidak lupa juga ujung kabel coaxial yang untuk terhubung ke port RF IN dipasang jek/port in.

        Setelah tiang berdiri, port in sudah dipasang dengan RF IN ditelevisi saatnya menscan atau pencarian channel dan pencariannya menggunakan pencarian otomatis/scan otomatis ya supaya mencari sendiri channel yang berada difrekuensi tersebut.




Selamat mencoba ya bocah creative, jangan takut mencoba sebelum percobaan tersebut dilaksanakan. Jangan takut gagal, karena kegagalan akan mebuat penasaran dan akan terus mencoba sampai percobaannya itu berhasil. Itulah anak teknik atau seorang Engeneering sejati bro! Saya juga hampir putus asa dengan percobaan-percobaan sebelumnya, karena dihati dan logika saya terus memikirkan hal aneh yang belum dicoba dan ingin mencobanya maka saya coba. Alhasil, ya berhasil juga dan dikostan bisa menonton televisi dengan channel yang bersih dan lumayan bersih ukuran pemancar biasa tanpa menggunakan router/penguat signal lainnya seperti parabola menggunakan reciver(pengolah signal digital to sebuah output(keluaran) berupa video dan audio. Salam anak Engeneering.
 #Engeneering bisa!
#Engenerering creative!
#Engeneering inovativ!
#Engeneering_wow!

Saya Arief Noor Rizki Kurniawan, bisa dipanggil aif_cupu, iky. Mengucapkan terimakasih atas perhatiannya, sekali lagi mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan dari hasil percobaan saya tentang Pemancar Sederhana. Kurang dan lebihnya mohon maaf, jika ada kurangnya mohon ditambahkan jikalau ada lebihnya mohon dikembalikan. Heheh,,,,
kesempurna hanyalah milik Tuhan Yang Maha Esa, kekurangannya milik kita semua selaku hamba-Nya. Jikalau mau ada yang mau menambahkan, mengkritik dan mengasih saran untuk perbaikan hasil karya saya diatas bisa hubungi saya ya di:
email       : ariefnoorrizkik3@gmail.com
ig             : aif_noorizki
fb             : Arief Noor Rizki Kurniawan
twiter       : @ariefnurizki

Jangan lupa baca juga cara pembuatan pemancar dan hasilnya saya dialamat url dibawah :http://tanganisengbermanfaat.blogspot.co.id/2018/01/kreatif-itu-asik.html


Sekian pembahasan dari saya tentang pembuatan pemancar sederhana yang sudah saya coba, diakhiri dengan billahitaufiqwalhidayah wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.









Comments